Logo Senin, 19 November 2018
images

Thomryes Marth Kadja, Foto: regional.kompas.com

TABLOIDPEWARNA.com - Mahasiswa S-3 Kimia ITB Grandprix Thomryes Marth Kadja menjadi doktor termuda di Indonesia yang secara resmi diraihnya saat sidang tertutup 6 September lalu pada usia 24 tahun.

Capaian Grandprix ukir sejarah baru dalam dunia pendidikan Indonesia lantaran prestasinya ini tercatat memecahkan rekor MURI sebagai pemegang gelar doktor termuda di Indonesia. Sidang terbukanya diselenggarakan hari ini, Jumat (22/9).

Grandprix berharap akademisi Indonesia dapat ikut terdorong untuk memajukan dunia penelitian yang dimotori oleh orang-orang muda Indonesia. “Jangan minder karena masih muda. Akan tetapi, justru (yang muda) yang harus menjadi contoh bagi orang lain,” katanya, seperti dilansir Antara, Kamis (21/9). seperti dikutip dari ccnindonesia.

Dia berharap agar program-program beasiswa, seperti PMDSU dapat diteruskan eksistensinya dan diperbesar skalanya untuk menjaring peneliti dan doktor Indonesia dengan kemampuan dan daya saing kualitas internasional.

Capaian Grandprix ini tidak lepas dari kerja keras dan keinginan yang kuat dalam meraih mimpi.

Diakui oleh pria yang telah menerbitkan sembilan publikasi ilmiah berskala nasional dan internasional ini bahwa jalannya selama masa penelitian-penelitian tidak selalu mulus. Ada proses yang sulit dan memakan waktu, kemudian ada instrumen analisis yang tidak tersedia atau hasil penelitian yang tidak sesuai ekspektasi.

Kendati demikian, kecintaannya pada bidangnya membuat dirinya tetap menjalani segala sesuatu, baik suka maupun duka, dengan senang hati. (cnnindonesia)