Logo Kamis, 14 November 2019
images

Ilustrasi tenaga kerja asing asal Tiongkok yang bekerja di Indonesia. Foto: internet

TABLOIDPEWARNA.COM - Berita tentang proyek pembangunan pabrik rayon milik APRIL Grup yang dibanjiri tenaga kerja asing asal Tiongkok dan sejumlah negara lain menjadi isu panas dan liar. Anehnya, meski sudah heboh dan menjadi pergunjingan banyak pihak, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau ketika dikonfirmasi justru memberikan jawaban yang lebih aneh dan lucu.

Dikutip dari bertuahpos.com, Kadisnaker Riau Rasidin justru tidak bersedia memberikan jawaban terkait ekspaksi besar-besaran TKA di kompleks RAPP di Pangkalan Kerinci tersebut. Ia hanya menyebut kalau data TKA ada di tangan stafnya di Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta) yang bernama Evi.

Saat Evi dikonfirmasi, justru Evi yang tengah ikut dalam rapat melimpahkan pertanyaan wartawan ke Bidang Pengawasan Disnaker Riau.

Lebih lucu lagi, Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan Disnaker Riau, Harlen Naibaho saat dikonfirmasi justru mengaku tidak memiliki data mengenai tenaga kerja asing yabg bekerja di PT RAPP.

"Kami tidak punya datanya. Datanya ada di Bidang Penempatan Tenaga Kerja," katanya.

Seolah tak ada koordinasi, Harlen justru mengaku baru bisa tahu soal TKA di RAPP kalau data dari Bidang Penta sudah turun ke mejanya. Pendataan terakhir, kata Harlen dilakukan akhir tahun 2017 lalu.

Pun ketika ditanya soal data terakhir TKA tahun 2017 lalu, Harlen mengaku lupa.

Diwartakan sebelumnya, APRIL Grup mendatangkan sebanyak 200 tenaga kerja asing (TKA) dari negara Tiongkok dalam pengerjaan proyek pembangunan pabrik serat rayon di Pangkalan Kerinci, Pelalawan. Mobilisasi TKA yang berasal dari negara Tirai Bambu tersebut sempat menjadi sorotan miring di tengah masih tingginya angka pengangguran di Riau dan Indonesia umumnya.

Kedatangan sebanyak 200 TKA tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Wasdakim Kantor Imigrasi Pekanbaru, Oky Drajat. Bahkan, tak hanya TKA asal Tiongkok, ratusan TKA dari negara lainnya juga rencananya akan didatangkan.

"Ya, perusahaan tersebut (RAPP, APRIL Grup) telah melaporkan rencana kedatangan 200 TKA asal negara Tiongkok. Mereka sedang membangun pabrik tisu," terang Oky kepada wartawan dikutip dari sejumlah media di Pekanbaru.

Oky tidak merinci bidang kerja para TKA tersebut.

"Kalau soal pekerjaannya, itu pengawasan ada di Disnaker dan Kemenakertrans RI. Kita hanya mengawasi soal keberadaan mereka saja," terangnya.

Selain mendatangkan 200 TKA asal Tiongkok, kata Oky, ternyata APRIL Grup juga berencana mendatangkan sejumlah TKA dari negara lainnya. Termasuk dari Finlandia sebanyak 21 orang, Amerika Serikat 30 orang, dari Swedia, Korea, Filpina, Brazil, Malaysia, Afsel, Selandia Baru, Kanada dan sejumlah negara lainnya.

Informasi yang beredar, diperkirakan APRIL Grup akan mempekerjakan sebanyak 1.500 TKA untuk megaproyek tersebut. (Pagar Sianturi/ bertuahpos.com)