Logo Senin, 19 November 2018
images

Carry Lynn dan bayinya Life Lynn. ( Foto: Facebook)

TABLOIDPEWARNA.com - Carrie Lynn, seorang wanita Kristen yang menderita kanker rela meninggal terlebih dahulu untuk menyelamatkan bayinya di dalam kandungan. Lynn menolak kemoterapi untuk menyelamatkan putrinya yang belum lahir.

Nick, suami Carrie kepada PEOPLE menyatakan, pada bulan Agustus lalu dokter telah memperingatkan istrinya bahwa jika tidak menggugurkan bayinya, Carrie akan mati karena kanker otaknya. Namun, Carrie menolak saran dokter tersebut.

"Dokter bilang kalau Anda tidak menggugurkan bayi ini, Anda akan mati," kata Nick menirukan saran dokter itu.

"Apa yang ingin Anda lakukan? Tidak, saya ingin mempertahankannya," tegas Carrie menjawab saran dokter.

Carrie amat berjuang untuk anak itu. Bahkan saat dia mengalami kondisi koma di bulan Juli, dia terus mempertahankannya. Namun, ketika kesehatannya memburuk lebih parah lagi, dokter terpaksa mengeluarkan anak itu dari rahimnya dalam umur 24 minggu dan lima hari pada 6 September. Pada 9 September, Carrie meninggal dunia.

"Istriku mencintai Tuhan dan dia lebih mencintai anak-anaknya daripada apa pun. Ini menyakitkan, tapi inilah yang dia inginkan, dia ingin melindungi anak ini," kata Nick.

Nick mengatakan kepada AP bahwa putrinya Life Lynn dirawat di Rumah Sakit Universitas Michigan di Ann Arbor sekitar empat atau lima bulan. Ia optimis bahwa anak itu akan baik-baik saja.

Namun, harapan Nick tersebut tak menjadi kenyataan. Putrinya Life Lynn pun harus menghadap Sang Kkalik pada 12 September lalu.

Kepada The Detroit News Nick menyatakan, bahwa sebelum Carrie meninggal, istrinya tersebut pernah bermimpi di mana ia sedang menimang-nimang seorang bayi perempuan.

"Sekarang mimpi yang dia katakan kepada saya itu masuk akal. Saya tidak pernah berpikir itu akan terjadi di surga. Tapi saya tahu itulah yang dia lakukan. Dia sedang menimang putrinya di surga," kata Nick.

Nick menjelaskan bahwa Life Lynn hampir meningga pada hari dia mengubur istrinya. Namun mereka berjuang menyelamatkannya. Life Lynn mengalami kebocoran di salah satu paru-parunya.

"Dia di surga bersama ibunya sekarang," kata Nick bersedih hati.

Dia masih shock mengapa Tuhan membiarkan istri dan anaknya meninggal. Namun ia tegar percaya, bahwa Tuhan punya rencana.

"Saya tetap memilih untuk mengikuti Tuhan dan melakukannya dengan caranya sendiri. Ketika saya sampai di surga suatu hari nanti, saya akan bertanya apa alasan Tuhan untuk semuanya ini," kata Nick. (christian post)