Logo Senin, 14 Oktober 2019
images

Logo Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI).

PEKANBARU - Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI) mengaku telah gagal dalam menjalankan kerja-kerja politik pemenangan paslon #01, Ir. H. Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Provinsi Riau. Hasil hitung cepat yang menunjukkan paslon #01 hanya mampu meraih suara di bawah kisaran 40 persen, turun drastis jika dibanding pilpres 2014 dimana Jokowi mampu meraih dukungan 49 persen suara pemilih di Riau.

"Maaf, kami telah gagal dalam memenangkan Jokowi-Amin di Riau. Ini kegagalan yang serius, ketika kami tidak mampu meluruskan informasi sesat dan hoaks yang terus bertebaran baik di media sosial maupun dari mulut ke mulut di Riau. Padahal, kinerja dan program pemerintahan Jokowi-JK di Riau amat efektif dan konkret dirasakan oleh masyarakat di sini," kata Ketua Umum RJCI, Raya Desmawanto, MSi dalam keterangan tertulis, Selasa (23/4/2019).

RJCI tak mau mencari kambing hitam atas kegagalan meraih target kemenangan sebesar 60 persen yang dipatok oleh tim pemenangan #01 di Riau. Menurutnya, melesetnya target suara tersebut adalah kegagalan bersama seluruh elemen pemenangan di provinsi berjuluk Bumi Lancang Kuning ini.

"Tidak ada gunanya mencari kambing hitam, menuduh orang atau pihak lain salah. Harus kita akui ini kegagalan seluruh elemen pemenangan di Riau yang mesti kita terima dan ikut bertanggung jawab, apapun hasilnya. Tidak usah saling menyalahkan, ini kegagalan bersama," tegas Raya.

RJCI yang berkantor pusat di Kota Pekanbaru, Riau dan memiliki kepengurusan dan jaringan kerja di 12 provinsi se Indonesia ini, juga tak mau menuduh kalau seluruh kepala daerah di Riau yang pernah mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi di pilpres 2019 ingkar janji atau hanya bermanis di bibir saja. Menurutnya, hal itu adalah urusan pribadi para kepala daerah itu masing-masing.

"Saya tidak mau mencampuri domain urusan para kepala daerah tersebut. Itu hak dan ranah mereka sendiri. Yang jelas, gambaran nyata hasil pilpres di Riau sudah kita lihat. Inilah realitasnya," kata Raya.

Meski demikian, RJCI meyakini kekalahan telak Jokowi di Riau tidak akan membuat pembangunan dan program pemerintah pusat di Riau akan berhenti. Menurutnya, pembangunan pasti akan terus berjalan seperti biasanya.

"Presiden Jokowi adalah pemimpin yang berjiwa besar, arif bijaksana dan adil. Hasil kontestasi pilpres tidak akan mengubah kecintaannya untuk masyarakat Riau, saya yakin pembangunan yang sudah direncanakan sebelumnya akan dilanjutnya," tegas Raya.

Ia juga menghimbau agar segenap relawan Jokowi khususnya anggota dan simpatisan RJCI di Riau segera move on dan kembali ke kehidupan normal yang semula. Menurutnya, perbedaan pilihan politik telah diekspresikan di bilik suara sesuai hak politik masing-masing.

"Jadi, sejak kita mencoblos di TPS ada 17 April lalu, maka segala ekspresi perbedaan pilihan politik sudah harus kita akhiri. Suasana panas di media sosial juga harus kita dinginkan. Kehidupan di dunia nyata dan dunia maya harus kita normalkan kembali. Kita kembali ke habitat semula, beraktivitas seperti biasa, saling merangkul walau beda pilihan," tegas Raya.

Menurut Raya, RJCI secara kelembagaan juga akan dibubarkan karena tugas perjuangan politik pemenangan Jokowi sudah selesai dikerjakan. RJCI akan merubah bentuk dan garis perjuangan yang semula pro penguasa menjadi pro rakyat dan negara.

"RJCI akan berubah wujud dan fungsi menjadi Rumah Nawacita yakni lembaga yang akan mengawal perjalanan pemerintahan 2019-2024. Tujuannya agar kebijakan dan program pemerintahan yang baru di tangan Jokowi-Amin, bisa menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi rakyat," pungkas Raya. (*)