Logo Senin, 19 November 2018
images

Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI).

tabloidpewarna.com, PEKANBARU - Meski telah didukung secara lisan dan tulisan oleh seluruh kepala daerah (gubernur, bupati dan walikota), namun kontestasi pemilihan umum presiden di Provinsi Riau diyakini akan berlangsung sengit. Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI) menilai dukungan para kepala daerah di Riau belum memberikan pengaruh yang signifikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Bidang Kampanye Media RJCI, Pagar PS dalam keterangan tertulis, Senin (22/10/2018). Menurut Pagar, hasil pemantauan di media, khususnya media sosial menunjukkan dukungan para kepala daerah di Riau untuk Jokowi belum memiliki efek yang signifikan.

"Dukungan para kepala daerah justru menimbulkan resistensi yang makin kuat di akar rumput yang sejak awal sudah mendukung pasangan capres-cawapres lain (Prabowo-Sandi, red). Militansi mereka makin kuat," kata Pagar.

Ia menegaskan, hasil tracking di media sosial menunjukkan para kepala daerah di Riau yang mendukung Jokowi justru mendapat perlakuan negatif alias di-bully oleh warganet. Sedikit sekali yang ikut memiliki pandangan politik yang sama dengan para kepala daerah, kecuali memang para pendukung Jokowi.

"Warganet memberikan reaksi negatif atas dukungan kepala daerah. Meski ada silent voter yang tidak menyatakan secara tegas sikapnya atas dukungan politik para kepala daerah tersebut. Jadi, dukungan politik para kepala daerah tersebut belum memberikan efek yang terasa di tingkatan akar rumput untuk Jokowi dari para pendukung kepala daerah tersebut," tegas Pagar.

Ketua Umum RJCI, Raya Desmawanto MSi menegaskan, sejak awal pihaknya tidak bergantung pada dukungan politik elit-elit daerah. Meski demikian, RJCI merasa bersyukur atas dukungan para kepala daerah tersebut seraya berharap ada kerja politik yang efektif dari mereka.

"Dukungan elit daerah yakni dari para kepala daerah itu memang penting, tapi tidak menentukan. Dukungan itu menimbulkan dampak positif, tetapi juga ada ekses negatifnya. Ini yang mestinya harus dikelola dengan kerja-kerja politik secara konkret," tegas Raya.

Itu sebabnya, RJCI memperkirakan bahwa kontestasi pilpres di Riau akan berlangsung makin sulit dan rumit. Menurutnya, posisi dukungan warga Riau saat ini masih terbelah secara berimbang.

"Kami hanya berani menargetkan kemenangan paslon Jokowi-Ma'ruf sebesar 55-60 persen saja. Ini angka psikologis yang masih cair yang hasilnya tergantung pada penggalangan secara maksimal aras pendukung Jokowi," tegas Raya.

Ia juga meminta agar tim kampanye daerah (TKD) paslon Jokowi-Ma'ruf membuka komunikasi dan dialog dengan masyarakat, termasuk juga organ-organ relawan pendukung Jokowi. Menurutnya, pilpres 2019 memiliki perbedaan kontras dengan pilpres sebelumnya, dimana antara pilpres dan pileg berlangsung serentak.

"Kami berharap tim kampanye daerah (TKD) ini dapat memanajemen tugas-tugas pemenangan pilpres dengan baik, karena mereka juga memiliki tanggung jawab pemenangan suara partai dan berebut kursi DPR maupun DPRD. Posisi dan tanggung jawab mereka harus mampu membagi peran ini secara efektif dan baik," tegas Raya.

RJCI adalah organ relawan nasional yang berkantor pusat di Pekanbaru, Riau. RJCI terdaftar secara resmi dalam Direktorat Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) paslon Jokowi-Ma'aruf Amin. (*)