Logo Jumat, 23 Agustus 2019
images

Komunitas Pengusaha Indonesia Maju (KOPIMU), wadah bersama bentukan relawan Jokowi-Amin. (Foto: istimewa)

TABLOIDPEWARNA.com - Dua kelompok relawan pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih, Jokowi-Amin mengambil peran untuk mengawal dan mendukung segala kebijakan dan program kerja pemerintahan lima tahun ke depan. Rencana pembubaran tim kampanye nasional (TKN) yang dijadwalkan besok Jumat (26/7/2019) direspon dengan langkah cepat oleh relawan yakni dengan membentuk wadah taktis, secara khusus di bidang ekonomi dan bisnis.

Adapun wadah bisnis yang dibentuk yakni bernama KOPIMU, yakni Komunitas Pengusaha Indonesia Maju. Dua organisasi relawan yakni Loyalis Erick Thohir (LETHO) Jokowi-Amin dan Rumah Nawacita-Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI) membidani lahirnya KOPIMU. Kedua organ relawan ini sepakat menjadikan KOPIMU sebagai wadah bersama membangun kemandirian ekonomi, pengembangan bisnis usaha dan membuka kesempatan lapangan kerja dalam skala nasional dan internasional.

Ketua Umum LETHO, Anshar Ilo didampingi Ketua Umum/ Pendiri Rumah Nawacita-RJCI, Raya Desmawanto MSi menegaskan, KOPIMU adalah hasil metamorfosis dari kedua organ relawan Jokowi-Amin dalam rangka mengawal sekaligus terlibat dalam program dan kebijakan pemerintahan Jokowi-Amin di sektor ekonomi-bisnis. KOPIMU didesain menjadi wadah interaksi para pengusaha dari beragam lapisan dan jenis usaha yang variatif untuk menangkap peluang bisnis.

"Kita tahu besok TKN akan dibubarkan, dimana organ relawan juga berada di dalamnya. TKN boleh saja dibubarkan, tapi kami relawan tetap ada, namun hadir dalam bentuk dan agenda kerja yang berbeda. Relawan ingin tetap bekerja mengisi pemerintahan Jokowi-Amin, khususnya di sektor bisnis. Dan yang pasti, kami ingin tetap menjaga silaturahmi sesama organisasi relawan," tegas Anshar Ilo.

Anshar menjelaskan, pidato Visi Indonesia yang disampaikan Presiden Jokowi di Sentul 14 Juli lalu mengisyaratkan adanya reformasi besar-besaran dalam arus investasi di dalam negeri. Termasuk juga reformasi dalam tata pelayanan dan perizinan usaha dan bisnis. Sikap politik Jokowi itu mengisyaratkan akan adanya iklim bisnis yang ramah dan kompetitif di level nasional yang harus diikuti oleh pemerintah daerah.

"Ini menjadi peluang sekaligus juga tantangan bagi pengusaha di Tanah Air. Ini harus kita wujudkan secara konkret," tegas Anshar.

Ketua Umum/ Pendiri Rumah Nawacita-RJCI, Raya Desmawanto MSi menjelaskan, KOPIMU beranggotakan pengusaha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sejauh ini sudah ada sebanyak 112 anggota yang menggeluti beragam bisnis. Mulai dari usaha hasil bumi pertanian, developer, alat pabrik, konstruksi, pariwisata, pupuk, media dan IT, usaha ekonomi kreatif serta bisnis lainnya.

"KOPIMU ini amat beragam anggotanya. Jenis usahanya juga macam-macam komoditinya. Sehingga jejaring yang tersebar di seluruh Indonesia ini bisa saling berkolaborasi dan sinergis dalam menangkap peluang usaha dan bisnis, serta untuk mengembangkan usaha yang sudah ada," tegas Raya.

Ia menambahkan, KOPIMU tentu saja dengan senang hati akan menjalin komunikasi dengan setiap unsur, baik pemerintah maupun swasta dalam pengembangan usaha dan bisnis para anggotanya. Termasuk dengan melakukan pembinaan pelaku-pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang ada di daerah.

"Jadi, kegiatannya tidak saja pengembangan usaha bisnis anggota, tapi juga sosialisasi, edukasi dan pelatihan usaha bisnis kepada calon pengusaha di daerah. Agar pelaku usaha dan jiwa enterpreneurship di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda (milenial) semakin meningkat," tegas Raya. (*)