Logo Jumat, 18 Oktober 2019
images

Ketua Umum Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI) - Rumah Nawacita, Raya Desmawanto MSi saat menghadiri kegiatan Visi Indonesia di SICC, Bogor, baru-baru ini. (Foto: istimewa)

TABLOIDPEWARNA.com - Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI) - Rumah Nawacita meminta agar Presiden Jokowi mengevaluasi langkah-langkah penyelamatan Danau Toba yang pernah diwacanakan selama ini. Danau Toba yang indah permai serta tersohor hingga ke manca negara ini, telah tercemar dan rusak utamanya disebabkan oleh limbah kimia kerambah jaring apung (KJA), kotoran rumah tangga dan dampak rusaknya ekosistem pendukung utama di antaranya penebangan hutan dan aktivitas pengelolaan hutan tanaman industri (HTI) perusahaan di sekitar Danau Toba. Hasil penelitian World Bank disebut-sebut menunjukkan tingkat pencemaran dan kerusakan Danau Toba sudah pada level yang parah dan mengkhawatirkan.

"Para konstituen dan warga sekitar Danau Toba berharap sangat kepada Presiden Jokowi untuk melakukan evaluasi terhadap langkah-langkah penyelamatan Danau Toba dan ekosistem pendukungnya. Danau Toba adalah aset negara dan mahakarya alam ciptaan Tuhan yang harus diselamatkan secepatnya dari segala aktivitas yang berdampak negatif, baik di dalam danau maupun ekosistem pendukung sekitarnya," tegas Ketua Umum RJCI, Raya Desmawanto MSi dalam keterangan tertulis, Jumat (19/7/2019).

Raya menegaskan, langkah penyelamatan kelestarian Danau Toba, tidak saja menyangkut rencana pengembangan wisata Danau Toba sebagai destini wisata kelas dunia yang dikenal dengan sebutan Monaco of Asia. Namun jauh lebih penting dari hal itu, yakni menyangkut hajat hidup orang banyak, keberlanjutan lingkungan, dampak ekosistem, budaya dan sosial kemasyarakatan di sekitar wilayah Danau Toba yang merupakan kampung halaman suku Batak.

"Sudah menjadi rahasia umum, bahwa orang Batak itu mayoritas pecinta, fans dan memilih Pak Jokowi. Nah, mereka saat ini berharap ada langkah-langkah konkret untuk membenahi dan menyelamatkan Danau Toba, utamanya menyangkut kegiatan kerambah jaring apung, pencemaran limbah rumah tangga dan peternakan serta kegiatan eksploitasi hutan di sekitar Danau Toba. Ini suara hati masyarakat di kawasan Danau Toba yang kiranya didengar dan direspon oleh Pak Jokowi," tegas Raya.

Raya menjelaskan, warga di kawasan Danau Toba juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas komitmen Presiden Jokowi yang memberikan perhatian konkret dalam pembangunan infrastruktur fisik berupa jalan, telekomunikasi dan bandara, sehingga akses transportasi dan telekomunikasi di kawasan Danau Toba semakin baik.

"Warga di sekitar Danau Toba juga mengucapkan apresiasi atas komitmen Presiden Jokowi membangun kawasan ini secara fisik. Namun, kiranya tidak hanya soal infrastruktur fisik, tapi juga menyangkut adanya jaminan pelestarian lingkungan, penyelamatan terhadap ancaman penghancuran Danau Toba oleh aktivitas di dalam danau maupun ekosistem pendukung utama lainnya. Ini sangat penting sekali, agar kiranya Pak Jokowi berkenan mengambil langkah tegas," pungkas Raya. (*)