Logo Senin, 14 Oktober 2019
images

Ketua Umum Perkumpulan Rumah Nawacita, Raya Desmawanto MSi saat berkunjung ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (28/8/2019) lalu, Foto: istimewa

TABLOIDPEWARNA.com - Perkumpulan Rumah Nawacita memuji kinerja dan hasil panitia seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah merampungkan tugasnya pada Senin (2/9/2019) hari ini. Para anggota pansel yang telah menyerahkan hasil kerjanya yakni 10 orang calon pimpinan KPK kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta dinilai telah bekerja sesuai mekanisme dan mendengarkan aspirasi serta masukan dari publik.

"Kami menyampaikan apresiasi karena pansel calon pimpinan KPK telah merampungkan hasil kerja mereka dengan baik. Kita berharap, 10 orang capim KPK yang tadi diserahkan kepada Presiden Jokowi merupakan figur yang terbaik untuk terus menyalakan semangat dan gerakan pencegahan serta pemberantasan korupsi di Tanah Air," tegas Ketua Umum Rumah Nawacita, Raya Desmawanto MSi didampingi Sekretaris Jenderal Rumah Nawacita, Prof. Dr. Sufian, MS pada Senin sore tadi.

Raya menegaskan, perjalanan dan dinamika kerja dari pansel bentukan Presiden Jokowi tersebut cukup menyita perhatian publik, utamanya kelompok antikorupsi dan bahkan dari internal KPK sendiri. Jika pada awalnya muncul pesimisme terhadap para capim, namun pada akhirnya pansel mampu menyaring pada kandidat terbaik sehingga pilihan capim KPK yang disediakan adalah figur-figur terbaik yang selanjutnya akan dipilih oleh DPR sebanyak 5 orang.

Menurutnya, pro kontra terhadap hasil kerja pansel capim KPK adalah hal yang wajar dan lumrah. Ia menilai kritik sejumlah pihak sebagai bentuk perhatian dan bahkan dukungan agar pansel capim KPK bekerja lebih terkontrol dan hati-hati. Soal adanya tudingan konflik kepentingan sejumlah anggota pansel capim KPK, ia menilai tuduhan tersebut sudah terbantah dan diklarifikasi langsung oleh pihak yang dituduhkan.

"Pro kontra itu adalah hal yang wajar. Terlebih yang bakal dipilih ini adalah calon pimpinan KPK, institusi pemberantasan korupsi yang paling disayang dan dipercaya oleh rakyat. Pro kontra serta kritikan itu merupakan masukan dan saran agar pansel memilih kandidat capim KPK yang terbaik. Lepas dari itu, dengan berakhirnya tugas pansel, maka semua pihak juga haruslah menghormatinya. Apalagi, dalam proses dan tahapan seleksi telah dilakukan uji publik yang melibatkan masyarakat," tegas Raya.

Ia menegaskan, perhatian publik kini haruslah diarahkan kepada institusi DPR yang akan memilih 5 dari antara 10 capim yang diserahkan oleh pansel capim KPK ke Presiden Jokowi. Ia berharap, proses fit and proper test di DPR dapat berlangsung dengan transparan, kredibel dan akuntabel, tanpa ada deal-deal politik antara capim KPK dengan fraksi di DPR atau bahkan dengan partai politik.

"Setelah melakukan kontrol dan kritik ke pansel capim KPK, maka marilah kita sama-sama mengawal proses pemilihan capim KPK di DPR. Kita juga harus memastikan tidak ada intervensi politik apalagi deal-deal politik atau hukum di balik dukungan para anggota fraksi di DPR terhadap capim KPK yang dipilihnya. Kita awasi bersama-sama, agar calon terpilih yang biasanya dilakukan secara voting tersebut adalah calon terbaik yang mampu melanjutkan agenda pencegahan dan pemberantasan korupsi di Tanah Air," tegas Raya.

Rumah Nawacita kata Raya, meyakini dan optimistis semangat pemberantasan korupsi di era pemerintahan periode kedua Presiden Joko Widodo akan semakin menguat. Presiden Jokowi dalam sejumlah pernyataan menyatakan sikapnya mendukung KPK untuk terus melanjutkan pencegahan dan pemberantasan korupsi secara lebih efektif dan tegas. Bahkan, terbukti selama lima tahun pemerintahan Presiden Jokowi, tidak pernah melakukan intervensi terhadap KPK dalam melakukan penegakan korupsi.

"Ini dibuktikan dengan dilakukannya penegakan hukum korupsi secara tegas oleh KPK terhadap elit parpol pendukung pemerintah dan bahkan menteri yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Namun Presiden Jokowi tidak pernah melakukan intervensi terhadap tindakan KPK tersebut, bahkan Beliau berjanji akan memperkuat KPK," pungkas Raya.

Siang tadi, pansel capim KPK telah bertemu dengan Presiden Jokowi dan menyerahkan 10 nama capim terseleksi yakni:
1. Alexander Marwata, Komisioner KPK
2. Firli Bahuri, Anggota Polri
3. I Nyoman Wara, Auditor BPK
4. Johanis Tanak, Jaksa
5. Lili Pintauli Siregar, Advokat
6. Luthfi Jayadi Kurniawan, Dosen
7. Nawawi Pomolango, Hakim
8. Nurul Ghufron, Dosen
9. Roby Arya B, PNS Sekretariat Kabinet
10. Sigit Danang Joyo, PNS Kementerian Keuangan.

 

Rumah Nawacita merupakan perkumpulan eks organisasi relawan pemenangan Jokowi-Ma'ruf dimotori oleh Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI) yang telah merubah bentuk peran dan eksistensinya untuk mengawal dan mengamankan kebijakan, program dan agenda strategis pro rakyat pemerintahan Presiden Jokowi. (*)