Logo Senin, 14 Oktober 2019
images

Sebuah pesawat membawa spanduk panjang bertuliskan Dirgahayu 74 Tahun TNI dalam parade, Sabtu (5/10/2019). Foto: Biro Pers Istana Presiden.

TABLOIDPEWARNA.com - Rumah Nawacita mendukung penuh rencana kenaikan gaji dan tunjangan para prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Peningkatan kesejahteraan tersebut sejalan dengan makin berat dan besarnya tuntutan tugas, tanggung jawab dan tantangan pertahanan keamanan nasional. Rumah Nawacita menilai, harapan publik agar TNI makin profesional salah satu kunci utamanya ditentukan oleh tingkat kesejahteraan para prajurit.

"Kesejahteraan prajurit TNI di tiga matra, salah satu faktor kuncinya ditentukan dari tingkat kesejahteraan mereka. Apalagi, tugas dan tanggung jawab menjaga pertahanan keamanan serta kewibawaan negara semakin besar di tengah kondisi geopolitik dan geostrategis global yang makin dinamis dan berubah. Karenanya, Rumah Nawacita mendukung dan meminta kenaikan gaji dan tunjangan prajurit TNI agar semakin sejahtera," tegas Ketua Umum Rumah Nawacita, Raya Desmawanto MSi didampingi Sekretaris Jenderal Rumah Nawacita, Prof. Dr. H. Sufian MS dalam keterangan tertulis kepada media, Sabtu (5/10/2019). Pernyataan tersebut disampaikan berkaitan dengan peringatan hari jadi TNI ke 47 tahun yang jatuh tepat pada hari ini.

Raya menegaskan, kesejahteraan prajurit TNI lewat peningkatan gaji, tunjangan dan penyediaan perumahan yang terjangkau serta aspek lainnya tak bisa ditunda-tunda lagi. Menurutnya, tugas dan tanggung jawab prajurit TNI amat besar, apalagi bagi prajurit yang bertugas di medan tempur, perbatasan negara, daerah terpencil, daerah rawan konflik dan bencana serta operasi keamanan lainnya.

"Seperti profesi dan pekerjaan lain, bahwa prajurit juga adalah manusia biasa. Para prajurit juga memiliki tanggung jawab terhadap keluarga dan anak-anaknya. Oleh karena itulah, maka negara harus juga memberikan kepada para prajurit kondisi hidup sejahtera, sehingga dengan tugasnya yang berat, kehidupan ekonomi dan sosialnya juga lebih baik," tegas Raya.

Ia menegaskan, kenaikan gaji dan tunjangan prajurit tetap harus disesuaikan dengan kondisi keuangan negara. Dengan perencanaan anggaran yang baik dan ketatnya pengawasan keuangan, maka dipastikan alokasi anggaran dan pemanfaatannya akan lebih bisa tepat sasaran. Renumerasi bagi prajurit TNI harus menjadi prioritas utama.

Di sampingi peningkatan kesejahteraan prajurit TNI, peningkatan secara optimal alat utama sistem persenjataan (alutsista) militer juga harus dilakukan secara cepat. Penguasaan teknologi militer yang memadai, sarana dan prasarana persenjataan dan keamanan serta kerjasama militer trans-nasional juga harus ditingkatkan.

"Lewat kebijakan anggaran pertahanan dan militer yang tepat sasaran serta pengembangan industri militer dalam negeri yang kompetitif, maka alutsista modern TNI akan bisa lebih baik. Ini penting karena cakupan luas wilayah dan ancaman pertahanan dan keamanan yang makin tinggi. TNI haruslah dipersenjatai dengan alat yang canggih dan memadai untuk membangun kekuatan pertahanan dan wibawa dan marwah negara," tegas Raya.

Selain itu, lanjut Raya juga dibutuhkan soliditas 3 matra TNI yakni angkata darat, angkatan laut dan angkatan udara dalam tugas pertahanan dan keamanan negara. Yang juga penting adalah membangun sinergisitas dan koordinasi yang baik antara TNI dan Kepolisian Negara (Polri) agar dalam menjalankan tugas sebagai benteng negara tidak terjadi miskomunikasi dan pergesekan di lapangan.

"TNI dan Polri yang kompak akan menjadi kebanggaan dan teladan bagi rakyat," pungkas Raya. (rls)