Logo Senin, 14 Oktober 2019
images

Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Moeldoko. (Foto: Biro Pers Istana)

TABLOIDPEWARNA.com - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan bisa saja Partai Gerindra bergabung dengan pemerintah setelah ketua umumnya, Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.

Moeldoko berujar, saat ini koalisi partai pendukung pemerintah sejatinya solid walau tidak ada Gerindra di dalamnya. Namun, kata dia, kemungkinan Gerindra merapat tetap ada.

"Kami masih meyakini penuh bahwa koalisi yang terbangun cukup baik, bahkan koalisi itu bisa plus-plus," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019.

Koalisi plus-plus yang Moeldoko maksud adalah kemungkinan bergabungnya partai politik lain yang kini berada di luar pemerintahan. Namun ia enggan membeberkan seberapa besar kemungkinan itu terjadi. "Bisa saja terjadi cuma plusnya berapa, kita lihat nanti," tuturnya.

Menurut Moeldoko, kendati nantinya Gerindra tidak bisa masuk kabinet bukan berarti kemungkinan kerja sama itu berakhir. Gerindra bisa saja berkoalisi dengan pemerintah di parlemen. "Itu juga nanti ada kalkulasi politik sendiri tapi itu bisa dihitung," ujarnya.

Pertemuan antara Megawati dan Prabowo ini berlangsung kemarin di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyebut di antara keduanya sudah terjadi kecocokan.

Kendati banyak kesamaan, Hasto mengatakan keputusan untuk berkoalisi atau tidak dengan Gerindra, tetap berada di tangan Presiden Jokowi bersama para ketua umum Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri rencananya akan mengunjungi Prabowo Subianto di Hambalang untuk membangun komunikasi lebih lanjut. "Habis kongres lah mungkin," ujar Hasto. (sumber: tempo.co)