Logo Senin, 19 November 2018
images

Suasana pelaksanaan technical meeting BOAS PGI wilayah Riau tahun 2018. Foto: Pagar Sianturi

TABLOIDPEWARNA.COM - Panitia Bulan Oikumene Anak Sekolah Minggu (BOAS) tahun 2018 menggelar technical meeting (TM) sebagai rangkaian awal pelaksanaan kegiatan yang digelar oleh MPH Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) wilayah Riau, Minggu (18/2/2018). Dalam kegiatan yang berlangsung di sekretariat panitia di Jalan Durian, Pekanbaru diikuti oleh sebanyak 31 kontingen gereja se Kota Pekanbaru sekitarnya.

"Pelaksanaan TM bertujuan agar seluruh kontingen memahami aturan main yang disepakati bersama-sama. Agar dalam hari H nantinya, semua peserta sudah satu persepsi dan tidak ada lagi perdebatan soal mekanisme dan tatalaksana perlombaan," kata Wakil Ketua Panitia BOAS 2018, Raya Desmawanto Nainggolan dalam kata sambutannya.

Raya menjelaskan, meski BOAS merupakan hajatan kompetisi, namun aspek persekutuan dalam acara tersebut tak bisa dihilangkan. BOAS sebagai pesta kegembiraan anak-anak sekolah Minggu menjadi instrumen untuk memupuk kebersamaan warga gereja segmen anak-anak, khususnya anggota PGI wilayah Riau.

"BOAS adalah pesta kegembiraan kaum anak sekolah minggu. Yakni, kompetisi sehat yang dinafasi oleh persekutuan yang erat," tegasnya.

Koordinator bidang sekretariat panitia BOAS, Gomal DK Opungsunggu menerangkan, dalam TM kemarin diikuti sebanyak 29 kontingen gereja. Namun, masih ada sebanyak sekitar 13 gereja yang sudah menghubungi via telepon seluler ikut dalam perhelatan dua tahunan PGI tersebut.

"Kita memprediksi ada sebanyak 40-an kontingen gereja yang ikut dalam BOAS tahun ini. Ada peningkatan dibanding BOAS sebelumnya," jelas Gomal.

Terkait peserta yang berasal dari luar Kota Pekanbaru, menurut Gomal hingga saat ini ada beberapa daerah yang sudah menghubungi panitia menyatakan ikut ambil bagian dalam BOAS tahun ini.

"Untuk peserta dari luar kota Pekanbaru, data validnya masih sedang diinventarisasi. Kita berharap, dari luar kota Pekanbaru juga ikut berpartisipasi," tegas Gomal.

Sementara itu, hasil TM memutuskan adanya perpanjangan waktu pendaftaran dan perbaikan data peserta hingga 25 Februari mendatang.

"Gereja-gereja yang ingin mendaftarkan diri, kami persilahkan untuk mengambil formulir ke sekretariat panitia," jelas Gomal.

Gomal menegaskan, ada sebanyak 10 cabang lomba yang sudah ditetapkan oleh panitia. Yakni paduan suara anak, konduktor cilik, melukis, mewarna, sekolah minggu ceria, cerdas cermat Alkitab, peragaan dan pembuatan benda Alkitab, membaca Alkitab indah versi bahasa Inggris, drama/ teater dan lomba cerita Alkitab anak (story telling). Selain itu, juga digelar pelatihan dan workshop guru-guru sekolah Minggu.

Sementara itu, Ketua Penasihat Panitia BOAS 2018, Rosti Uli Purba menyatakan, pelaksanaan BOAS diharapkan mampu membangun kebersamaan anak sekolah minggu (ASM) dan guru sekolah minggu (GSM) yang ada di wilayah Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau secara umum. Menurutnya, keberadaan ASM adalah entitas terpenting dari komunitas gereja.

"Anak-anak ini yang ke depan akan melanjutkan perjalanan dan pelayanan gereja. Sehingga pembinaan kerohanian anak-anak harus dilakukan dengan baik, terencana dan berkelanjutan," tegas Rosti Uli.

Senator perempuan asal Provinsi Riau ini menjelaskan, pelaksanaan BOAS sebagai wujud perhatian konkret MPH PGI Riau dalam melakukan pembinaan kaum anak. Selain itu, keberadaan guru-guru sekolah Minggu juga harus mendapatkan porsi yang signifikan untuk mendapatkan tambahan keterampilan dan kemampuan dalam melakukan pelayanan dalam mendidik anak-anak sekolah Minggu.

"Itu sebabnya, panitia BOAS juga menyelenggarakan seminar/ workshop untuk kalangan guru sekolah minggu. Yakni dengan memberikan materi-materi terapan yang aplikatif agar mampu melakukan tugas pelayanan secara lebih baik," pungkas Rosti Uli.

Bagi gereja yang ingin mendaftarkan diri dapat menghubungi panitia di nomor kontak: 081268277385 atau 081371777776. (PS)