Logo Senin, 19 November 2018
images

Ilustrasi rambut beruban. Foto: cantikalamiku.com

TABLOIDPEWARNA.com - Jangan malu kalau Anda punya uban, sebab ilmuwan asal Spanyol mengungkap hal menarik. Berdasarkan penelitian terhadap babi hutan yang tubuhnya diselimuti rambut kemerahan terungkap bahwa hewan tersebut menderita lebih banyak kerusakan sel ketimbang babi hutan berambut abu-abu. Penyebabnya adalah produksi pigmen merah akan menyedot antioksidan yang sebenarnya berfungsi sebagai pemburu radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh.

"Semua vertebrata termasuk manusia memiliki pigmen melanin yang sama pada kulit, rambut, dan bulu," kata Ismael Galvan, peneliti dari Museo Nacional de Ciencias Naturales di Spanyol, seperti dilansir laman Live Science dikutip Tempo.co, Senin (22/1/2018).

Temuan Galvan, yang diterbitkan dalam jurnal Physiological and Biochemical Zoology, dapat memberikan petunjuk menarik tentang konsekuensi fisiologis dari pigmentasi. Penelitian pada manusia mengungkap bahwa rambut kemerahan dan pigmen merah--keduanya dipicu melanin--di kulit terkait dengan tingkat kanker yang lebih tinggi.

Melanin adalah pigmen yang menentukan warna kulit, rambut, dan bulu. Ada dua jenis melanin, yakni eumelanin yang berwarna coklat atau hitam, serta pheomelanin yang menghasilkan warna-warna cerah seperti merah. Tidak seperti eumelanin, pheomelanin membutuhkan bahan kimia yang disebut glutathione, atau GSH, untuk menghasilkan warna cerah.

GSH adalah antioksidan yang dapat menghentikan reaksi kimia oksidasi. Reaksi oksidasi memicu terbentuknya radikal bebas yang pada gilirannya menyebabkan kerusakan sel tubuh.

Galvan dan rekan-rekannya ingin mengetahui apakah memproduksi rambut cerah akan menyedot GSH dan menyebabkan sel-sel tubuh menjadi lebih rentan terhadap radikal bebas. Mereka meneliti stres oksidatif pada babi hutan dari barat daya Spanyol untuk mengukur tingkat kerusakan akibat radikal bebas.

Mereka menemukan kandungan pheomelanin paling tinggi terdapat pada rambut babi hutan. Pada saat yang sama kandungan GAS dalam sel otot babi hutan menurun disertai tingkat stres oksidatif yang semakin tinggi.

"Ini menunjukkan pheomelanin yang bertanggung jawab untuk pewarnaan cerah menyebabkan babi hutan lebih rentan mengalami kerusakan oksidatif," kata Galvan. Sementara itu, babi hutan dengan rambut abu-abu, yang menggambarkan absennya melanin, menunjukkan kondisi yang lebih bugar.

Galvan mengatakan, seperti halnya manusia, babi hutan juga menunjukkan rambut uban di sekujur tubuh mereka. Namun bedanya, babi hutan beruban justru menunjukkan kondisi kesehatan yang prima. (tempo.co)