Logo Senin, 19 November 2018
images

Partai final piala dunia antara Perancis vc Kroasi. Foto: tribunnews.com

tabloidpewarna.com, RUSIA - Orang kerap berselisih pendapat tentang kompetisi olahraga mana yang berstatus paling akbar di dunia: Olimpiade atau Piala Dunia?

Standar penilaiannya beragam. Namun dari segi jumlah penonton, Piala Dunia boleh jadi juara. Huffington Post mencatat Piala Dunia 2014 menarik 3,5 miliar pasang mata dan didaulat sebagai ajang olahraga yang paling banyak ditonton di televisi.

Maklum, sepak bola punya reputasi sebagai “olahraga paling populer di muka bumi”. Saat popularitasnya bertemu dengan kapitalisme, hasilnya adalah gaji fantastis para pemain. Dalam daftar atlet terkaya di dunia tahun 2018 versi Forbes, misalnya, posisi lima teratas diisi oleh tiga atlet sepak bola.

Di posisi kelima ada Neymar dengan $90 juta (Rp1,3 triliun), posisi ketiga ada Cristiano Ronaldo dengan $108 juta (Rp1,5 triliun), dan posisi kedua diduduki Lionel Messi dengan $111 juta (Rp1,6 triliun).

Dalam konteks Piala Dunia 2018 di Rusia, duit fantastis untuk hadiah juga digelontorkan oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) selaku penyelenggara.

Menurut data lembaga yang dilansir laman Goal.com dan telah terkonfirmasi sejak Oktober 2017, tahun ini FIFA mengalokasikan $400 juta atau Rp5,7 triliun. Angka tersebut merupakan bagian dari total dana penyelenggaraan kompetisi sebesar $791 juta atau Rp11,3 triliun.

Mampu berlaga di fase grup saja tim nasional akan mendapat $8 juta (Rp115 miliar). Jika tim mampu mencapai babak 16 besar akan ada tambahan $4 juta menjadi total $12 juta (Rp172 miliar).

Jika berhasil lolos lagi ke babak 8 besar, tambahan hadiahnya masih sebesar $4 juta. Jika ditotal, tim akan membawa pulang $16 juta (Rp230 miliar).

Juara keempat akan membawa total $22 juta (Rp316 miliar), juara ketiga menggondol $24 juta (Rp345 miliar), dan runner-up dihadiahi total $28 juta (Rp400 miliar).

Timnas terbaik dari yang terbaik, yakni mereka yang di penghujung kompetisi berhak menjunjung “Trofi Piala Dunia FIFA” berlapis emas 18 karat, akan membawa pulang total hadiah senilai $38 juta (Rp546 miliar).

Total hadiah untuk Piala Dunia kali ini lebih besar $42 juta dibanding total hadiah dari FIFA untuk para finalis di Piala Dunia 2014 Brasil. Total $358 juta (Rp5,1 triliun) dengan Jerman sebagai juara utama memboyong total $35 juta atau Rp500 miliar.

Finalis yang kalah secara dramatis di babak final, Argentina, mendapat $25 juta (Rp360 miliar). Juara ketiga Belanda diberi $22 juta (Rp300 miliar) dan juara sekaligus tuan rumah Brasil menerima $20 juta (Rp287 miliar).

Hadiah untuk mampu mencapai turnamen sama, $8 juta, tetapi hadiah untuk setiap putaran berikutnya sudah naik pada 2018. Sejak Piala Dunia 2002 di Korea dan Jepang, FIFA memang telah rutin menaikkan total hadiahnya untuk para finalis turnamen empat tahunan tersebut.

Pada tahun 2002 total dana untuk menyelenggarakan turnamen sebesar $154 juta atau Rp2,2 triliun. Sebanyak $134 juta (Rp1,9 triliun) di antaranya dipakai untuk total hadiah dan sisanya untuk dana lain-lain.

Pada Piala Dunia 2006 di Jerman, total dana penyelenggaraannya naik hingga 70 persen menjadi $262 juta (Rp3,7 triliun). $236 juta (Rp3,4 triliun) di antaranya dipakai untuk menghadiahi para peserta dan finalis.

Empat tahun berselang, di Afrika Selatan, angkanya naik 61 persen menjadi $420 juta (Rp6 triliun), di mana $348 juta (Rp5 triliun) di antaranya untuk hadiah. Pada Piala Dunia Brasil, total dana penyelenggaraannya naik 34 persen jadi $564 juta (Rp8 triliun) di mana $358 juta (Rp5,1 triliun) dipakai untuk hadiah.

Kembali ke laporan Goal.com, duit yang didapat para pemain timnas peserta Piala Dunia itu belum termasuk bonus-bonus yang diberikan oleh asosiasi sepak bola atau pemerintah masing-masing negara. Jumlah bonus ini tergantung performa tim yang bersangkutan.

“Pembayaran bonus ini berdasarkan kebijaksanaan masing-masing asosiasi dan sering dinegosiasikan dengan perwakilan para pemain. Ekspektasi untuk masing-masing tim akan berbeda, sehingga pembayaran bonus yang ditawarkan juga akan bervariasi.”

Nigeria yang dikalahkan Kroasia 2-0 dalam babak grup, misalnya, harus kehilangan $300 ribu atau Rp4,3 miliar yang dijanjikan pemerintahnya. CNN World melaporkan para pemain tim Elang Super akan diberi $10 ribu (Rp143 juta) dari Federasi Sepakbola Nigeria (NFF). Bonus $50 ribu juga menanti jika mereka bisa mengalahkan Islandia.

Piala Dunia, Tambang Terbesar FIFA

FIFA menjadi kaya berkat “menjual” Piala Dunia. Mengutip publikasi FIFA yang diikutip BBC News, Piala Dunia adalah pendapatan terbesar bagi kas FIFA. Pendapatan FIFA dari Piala Dunia sepanjang 2011-2014 mencapai $4,8 miliar. Total dari pendapatan dari kanal lain hanya $900 juta.

Piala Dunia juga jadi pengeluaran terbesar FIFA sepanjang tahun 2011-2014 yakni sebesar $2,3 triliun dari total pengeluaran sebesar $5,3 triliun. Lain-lain, yang terbesar, cuma mentok di kisaran $600 juta.

CNN Money mencatat FIFA menghasilkan $5,7 miliar dalam pendapatan dalam empat tahun menjelang Piala Dunia 2014. Kompetisi akbar di Brazil itu menghasilkan keuntungan bersih sebesar $2,6 miliar. Kulminasinya adalah final antara Jerman dan Argentina, yang menurut FIFA, ditonton oleh setidaknya 1 miliar manusia.

Piala Dunia 2014 dijual hak siarnya sebesar $2,4 miliar. Ditambah dengan hak pemasaran, total FIFA meraup $4 miliar. Belum jika dihitung pendapatan dari para sponsor, yang telah memberikan keuntungan sebesar $1,6 miliar untuk kas FIFA pada 2014. (sumber: tirto.id)